Kamis, 23 Oktober 2014
RSS

KESDM Rombak Struktur Jajaran SKK Migas

JAKARTA, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) tengah merombak struktur jajaran Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Dalam organisasi baru ini, terdapat 8 pimpinan, 5 tenaga ahli  dan 49 kepala divisi atau setingkat.

Hadir dalam pelantikan stuktur jajaran (reorganisasi) SKK Migas pada Jumat (8/2) diantaranya Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo, Sekjen ESDM Waryono Karno, Dirjen Migas Kementerian ESDM A. Edy Hermantoro,

Organisasi baru ini ditetapkan oleh Menteri ESDM Jero Wacik selaku Ketua Komisi Pengawas SKK Migas. Wakil SKK Migas dipercayakan kepada Johanes Widjonarko, Deputi Pengendalian Perencanaan Aussie B. Gautama, Deputi Pengendalian Operasi  Muliawan, Akhmad Syakhroza Deputi Pengendalian Keuangan, Gerhard Maarten Rumeser Deputi Pengendalian Dukungan Bisnis, Widhyawan Prawiraatmadja Deputi Pengendalian Komersial, Gde Pradyana sebagai Sekretaris dan Priyo Widodo Pengawas Internal.

Sementara 5 tenaga ahli yang dilantik adalah Inggrid Permata Lestari Tobing, Achmad Syamsu Rizal Asir, Haposan Napitupulu, Hardiono dan Lambok Hamonangan Hutauhuruk.

Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini mengatakan, sesuai dengan Perpres No 9 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, pimpinan lembaga ini terdiri dari kepala, wakil kepala, sekretaris pimpinan, pengawas internal dan deputi. Sekretaris pimpinan akan berfungsi seperti sekjen di kementerian, mengurus rumah tangga lembagas. Sementara unit pengawas internal berfungsi sebagai irjen, bertugas mengawasi dan mengukur kinerja lembaga, agar semua proses dan keputusan yang ditetapkan, sesuai dengan standar good corporate governance.

Selain itu, bidang pemasaran ditingkatkan fungsinya, tak hanya mengurusi hal terkait penjualan migas, bidang ini juga memiliki divisi yang bertugas mengevaluasi keekonomian lapangan yang telah diproduksikan.

"Dengan demikian, pada saat suatu wilayah kerja berakhir masa kontraknya, SKK Migas memiliki evaluasi yang lengkap tentang kinerja wilayah kerja tersebut dan dapat memberikan masukan yang komprehensif kepada pemerintah mengenai kelanjutan pengelolaannya," tutur Rudi.

Meski terjadi penambahan di jajaran pimpinan, menurut Rudi, sebenarnya organisasi baru SKK Migas mengalami perampingan, utamanya di tingkat kasubdin dan kadin. Hal ini dilakukan untuk menciptakan organisasi yang efisien.

Ke depan, tugas SKK Migas tidak mudah karena harus menyelesaikan target jangka pendek, menengah dan panjang. Target jangka pendek adalah target produksi menyentuh angka 1 juta barel tahun 2014. Sementara target jangka menengah adalah pencapaian target produksi minyak tahun 2015  yang rata-rata harus mencapai 1 juta barel.

"Pencapaian target ini dimungkinkan terlaksana apabila kita berhasil meningkatkan kegiatan EOR dan mengawal proyek-proyek dapat dilaksanakan tepat waktu," ujar Rudi.

Pada jangka panjang, SKK Migas dituntut meningkatkan cadangan, utamanya cadangan minyak yang selama beberapa tahun belakangan ini mulai menurun. Oleh karena itu, kegiatan survei dan pemboran menjadi sangat penting.

Rudi juga menyoroti pentingnya kemampuan para pejabat SKK Migas untuk memimpin organisasi, kepekaan mengidentifikasi masalah dan memecahkan masalah dengan baik, tepat serta kemampuan mengambil langkah antisipatif terkait tugas dan tanggung jawabnya. Kepekaan dan kemampuan mengidentifikasi masalah perlu diasah terus-menerus.

Banner
Site Design by Yanhr - learn Joomla! in fast and easy way