Kamis, 30 Oktober 2014
RSS

19 Perusahaan Tambang Ajukan Proposal Pembangunan Smelter

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat 19 perusahaan tambang telah mengajukan proposal untuk pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian di dalam negeri sebagai upaya meningkatkan nilai tambah pertambangan.

Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan, pada 2014 akan diberlakukan untuk semua perusahaan tambang agar tidak mengekspor bahan baku.

"Keputusan Menteri sudah menekankan kepada perusahaan tambang agar segera mengajukan proposal untuk pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian di dalam negeri," tegas Jero dalam jumpa pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/2).

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Thamrin Sihite, pada saat yang sama mengatakan, sampai saat ini sudah ada 19 perusahaan pertambangan yang sudah mengajukan proposal untuk pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian.

"19 perusahaan pertambangan yang sudah mengajukan ke kami, sudah dievaluasi," ujarnya.

Ia merincikan, 19 perusahaan pertambangan yang telah mengajukan proposal untuk pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian diantaranya;

1. PT Aneka Tambang; di Halmahera, Maluku Utara, produk ferronikel dengan kapasitas produksi 27.000 ton/tahun, operasional produksi est komersial pada 2014. Progresnya review FS dan sampling pit test.

2. PT Aneka Tambang; lokasi di Mandiodo, Konawe Utara, Sultra; produk nikel pig iron dengan kapasitas 120.000 ton/tahun. Operasional produksi est komersial 2014. Progresnya masih dalam studi kelayakan.

3. PT Aneka Tambang; lokasi Mempawah, Kalimantan Barat; produk smelting grade alumina dengan kapasitas 1 juta ton SGA/tahun, est komersial pada 2014. Progres evaluasi pembiayaan dan kontraktor pelaksana.

4. PT Indonesia Chemical Alumina (PT Antam&Showa Denko&Marubeni Corp); Tayan, Kalimantab Barat; produk chemical grade alumina dengan kapasitas 300.000 ton CGA/tahun; est komersial pada 2014; progres groundbricking.

5. PT Inco; Pomala, Sultra; produk nikel hidroksida (NiO dan CoO); dengan kapasitas 48.800 ton/tahun; est komersial 2017; progres masih dalam studi kelayakan.

6. PT Weda Bay Nikel; Weda Maluku Utara; produk nikel hidroksida (NiO dan CoO) dengan kapasitas 60.000 ton/tahun; est komersial pada 2016; progres seleksi kontraktor pelaksana.

7. Meratus Jaya Iron&Steel (PT Antam&PT KS); Batu Licin, Kalimantan Selatan; produk besi spons; kapasitas produksi 315.000 ton spong iron/tahun; operasional produksi pada 2014; progres groundbricking dan konstruksi.

8. Indoferro; Cilegon, Banten; produk besi spons dengan kapasitas 500.000 ton sponge iron/tahun; operasional produksi pada 2014; progres dalam proses konstruksi.

9. PT Sebuku Iron Lateritic; Sebuku, Kalimantan Selatan; produk besi spons dengan kapasitas produksi 1.000.000 ton sponge iron/tahun; operasional produksi 2014; progres kontruksi pabrik kokas diperkirakan selesai 2011 dan konstruksi pabrik sponge iron sedang berjalan.

10. PT Krakatau Steel Posco; Cilegon Banten; produk baja dengan kapasitas produksi 3.500.000 ton plate/tahun, 2.500.000 ton slab/tahun, dan 3.000.000 ton HRC/tahun; operasional produksi pada 2014; progres konstruksi dan pembebasan lahan.

11. PT Nusantara Smelting; Bontang, Kalimantan Timur; produk copper chatoda dengan kapasitas 200.000 ton/tahun; operasional produksi pada 2014; progres sudah mendapatkan izin prinsip, masih dalam proses mencari lender untuk project financing.

12. PT Aneka Tambang; Gresik, Jawa Timur; produk emas, perak dll dengan kapasitas 2.000 ton/tahun; progres berdasarkan kajian, tidak ekonomis karena adanya kewajiban membayar PPN sebesar 10 persen.

13. PT Indosmelt; Maros, Sulawesi Selatan; produk chatoda tembaga dengan kapasitas 100.000 ton katoda tembaga dan 200.000 ton terak tembaga; operasional produksi 2014; progres pra studi kelayakan.

14. Pendopo Coal Gassification; Prabumulih, Sumatera Selatan; produk coal gasification; operasional produksi 2016; progres studi kelayakan.

15. Pendopo Coal UpGrading; Prabumulih, Sumatera Selatan; produk upgrade coal dengan kapasitas produksi 5.000.000 ton/tahun; operasional produksi 2013; progres studi kelayakan.

16. PT Dairi Prima Mineral; Dairi, Sumatera Utara; produk konsentrat lead dan zinc dengan kapasitas 110.000 ton Pb/tahun dan 220.000 ton Zn/tahun; operasional produksi 2014: progres konstruksi.

17. PT Agincourt Resources; Tapanuli Selatan, Sumatera Utara; dore bullion dengan kapasitas 250.000 ton Au/tahun; operasional produksi 2015; progres konstruksi.

18. PT Timah; Cilegon, Banten dan Babel, Bangka; produk tin chemical dengan kapasitas 500.000 ton/tahun; operasional produksi 2015; progres studi keekonomian.

19. PT Jinghuang Indonesia; Morowali, Sultra; produk sponge feni dengan kapasitas 2.000.000 ton/tahun; operasional produksi tergantung kontrak untuk pasokan bahan baku; progres sudah mendapatkan izin prinsip dari DJMB, MoU dengan Kabupaten Morowali, belum ada kontrak untuk pasokan bahan baku.

Sementara, rencana infrastruktur koridor Papua-Maluku terdiri dari PT Global Perkasa Investindo; Timika; proyek pengolahan tembaga; produk copper catoda dengan kapasitas produksi 400.000 ton/tahun, sarana pendukung pembangunan pembangkit listrik di Urumka, Timika. PT Batutua Tembaga Raya; Wetar Maluku. PT Nabire Bhakti Mining; Nabire; produk pengolahan emas dengan kapasitas 500.000 ton bijih.

 

Banner
Site Design by Yanhr - learn Joomla! in fast and easy way